Selasa, 12 Maret 2024

Istilah Politik Gentong Babi dalam Film Dokumenter Dirty Vote


        (sumber: Youtube Dirty Vote)


Istilah gentong babi banyak diperbincangkan didalam film dokumenter Dirty Vote yang mana didalam film tersebut banyak menyoroti tindak kecurangan dan pelanggaran etik menjelang Pemilu 2024. Sebagaimana dijelaskan didalam Film yang berdurasi sekitar dua jam tersebut oleh Bivitri Susanti selaku ahli hukum tata negara, Bivitri Susanti mengatakan bahwa konsep gentong babi yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) adalah program bantuan sosial (bansos) yang mana peningkatan anggaran dan penyaluran bansos yang signifikan menjelang Pemilu 2024. Penyaluran bansos saat itu semakin mencurigakan karena tidak melibatkan data terpadu dari Kementerian Sosial. Menurut Bivitri, tindakan presiden saat itu dikenal dengan konsep politik gentong babi. Ia menjelaskan bahwa politik gentong babi ala Jokowi adalah dengan menggelontorkan uang negara ke daerah-daerah pilihan agar ia dipilih kembali.

Bivitri memaparkan politik gentong babi merupakan istilah yang mengacu pada masa perbudakan di Amerika Serikat. Kala itu, budak-budak AS saling berebut demi mendapatkan daging babi yang diawetkan dalam gentong. Istilah pork barrel atau gentong babi pertama kali muncul untuk menggambarkan pengeluaran anggaran pemerintah Amerika Serikat yang mencurigakan pada awal paruh kedua abad ke-19. Istilah ini mulai dikenal di Amerika Serikat setelah Perang Saudara, sekitar tahun 1860-an. Gentong babi sendiri melambangkan sebuah tempat untuk kekayaan, aset, atau proyek bernilai yang dipegang penguasa. Aset tersebut bisa dengan mudah diuangkan atau ditukar dengan hal lain sebagai imbalan yang menguntungkan pemegang gentong. Imbalan yang menguntungkan itu bisa didefinisikan sebagai suara pemilih atau sumbangan kampanye.

Terminologi gentong babi pertama kali digunakan oleh John Farejohn, untuk mengungkap kasus atau fenomena serupa di lembaga Congress, Amerika Serikat. Walau perwujudan atau realisasi anggarannya ada, politik gentong babi tetap tidak dibenarkan. Karena sistem politik ini dipakai untuk mencapai keuntungan sepihak saja. Politik gentong babi merupakan strategi para kandidiat untuk memenangkan suara yang dilakukan secara publik. Ini berbeda dengan politik uang lainnya yang cenderung dilakukan secara privat, seperti pembelian suara, hibah, dan pemberian janji pada individu atau kelompok. Bentuk praktik politik gentong babi ada beragam jenisnya. Ini bisa berupa pembagian uang dan bantuan sosial, penambahan anggaran untuk proyek di suatu daerah, dan sebagainya.

 Kini, istilah gentong babi digunakan untuk merujuk pada pengeluaran pemerintah yang menggemuk atau boros. Sebenarnya politik semacam ini banyak dilakukan, namun sering kali tidak disadari. Dilansir dari Investopedia, istilah ini merujuk pada uang yang dihabiskan pemerintah untuk proyek-proyek dengan nilai yang perlu dipertanyakan. Dana tersebut diduga digunakan anggota-anggota Kongres demi kepentingan distrik asal mereka dan keuntungan politik mereka sendiri.


10 Keutamaan Ramadhan

 


sumber foto: wajibbaca.com

Ramadhan merupakan bulan suci bagi seluruh umat muslim didunia, bulan yang didalamnya banyak sekali pahala dan bulan yang dipenuhi dengan Al-Quran. Pada bulan ini, seluruh umat muslim melakukan puasa penuh selama 30 hari. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa, karena pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 185;

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Baqarah:185)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keistimewaan bagi umat Islam. Lantas, apa saja keutamaan bulan Ramadhan? Mengutip dari buku Panen Pahala dengan Puasa oleh Akhmad Iqbal, Ramadhan adalah satu-satunya bulan yang disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran karena begitu banyak keutamaan di dalamnya. Karena itulah bulan ini menjadi momen tepat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pun memberikan berita gembira kepada umatnya terkait bulan suci Ramadhan ini. Nabi bersabda,

"Sungguh! Kebahagiaanlah bagi orang-orang yang melalui bulan (Ramadhan) ini dengan berpuasa, beribadah, dan melakukan amal saleh."

            Berikut 10 keutamaan bulan suci ramadhan;

1.      Bulan Penuh Berkah (Syahrul Mubaarok), Bulan Diturunkannya Al-Quran

Pertama, bulan Ramadhan disebut sebagai Syahrul Mubarok atau bulan penuh keberkahan. Hal ini karena pada bulan inilah diturunkannya Al-Quran ke langit dunia untuk menjadi petunjuk bagi manusia, sebagaimana penjelasan dalam surah Al-Baqarah ayat 185.

2.      Bulan yang penuh berkah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mensabdakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah.

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah … (HR. Ahmad; hasan)

Barakah artinya adalah ziyadatul khair; bertambahnya kebaikan. Di bulan Ramadhan, banyak kebaikan yang bertambah dan banyak kebaikan yang meningkat. Salah satunya berkah orang-orang yang berjualan takjil berbuka puasa dan THR menunggu kita loh!

3.      Pintu surga dibuka

Pada bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lanjutan hadits di atas:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga … (HR. Ahmad; hasan)

Selain makna hakiki bahwa pintu surga dibuka, banyak ulama menjelaskan bahwa hadits ini bertujuan untuk memotivasi orang-orang beriman agar memperbanyak ibadah dan kebaikan di bulan Ramadhan. Sebab amal kebaikan di bulan ini lebih mudah menjadi tiket ke surga dibanding bulan-bulan lainnya. Jadi, jangan lupa berbuat kebaikan ya!

4.      Amalan Puasa Ramadhan Pahalanya Tidak Dibatasi

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan anak bani Adam akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal, hingga tujuh ratus kali lipat."

Sungguh merugi bagi orang-orang yang tidak menggunakan bulan ini sebaik-baiknya, karena pada bulan ini pahala dari satu kebaikan dapat dilipat gandakan.

5.      Syetan Dibelenggu

Pada bulan Ramadhan, syetan-syetan dibelenggu sebagaimana Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, pada bulan suci ini kita akan dijauhi dari syetan tak kasat mata, namun belum tentu kita selamat dari syetan di dunia nyata.

6.      Lailatul Qadar

Keutamaan bulan Ramadhan yang tidak kalah luar biasa adalah turunnya lailatul qadar khusus pada bulan ini. Yakni malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang (dari kebaikan).” (HR. Ahmad; hasan).

7.      Waktu Mustajab untuk Berdoa

Setidaknya terdapat 3 waktu utama yang paling mustajab untuk berdoa di dalam bulan Ramadhan. Yakni, pada waktu sahur, berpuasa, dan iftar (berbuka puasa).

8.      Penyebab Diampuninya Dosa-dosa

Rasulullah SAW bersabda,

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

"Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari Muslim)

9.      Pembebasan Dari Neraka

Setiap harinya Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka dengan kemurahan-Nya, Allah ampuni dan Allah bebaskan dari neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar dengan para perawi yang tsiqah)

10.  Bau Mulut Orang yang Berpuasa Lebih Harum di Sisi Allah

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangannya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misk/kasturi." (HR. Bukhari dan Muslim).

            Demikian 10 keutamaan yang selalu mengiringi bulan suci ramadhan setiap hari dan tahunnya. Bersyukurlah kita terlahir sebagai keluarga Rasul, karena begitu banyak jalan bagi kita untuk mencari ampunan kepada Allah terhadap dosa-dosa kita terdahulu. Dengan adanya bulan ramadhan ini mampu membawa kita untuk bertaubat dan mengumpulkan pahala serta kita akan merasakan kembali fitri/suci diri kita.

 


Selasa, 27 Februari 2024

Bagaimana Pandangan Ulama Jika Lupa Qunut Subuh??????

               


         Permasalahan dalam shalat pasti banyak timbul keraguan seseorang karena banyak pendapat para ulama. Salah satu permasalahan yang akan di jelaskan diartikel ini yaitu tentang “bagaimana jika kita lupa baca qunut ketika shalat subuh?”. Pasti pernah kita rasakan atau kita lakukan, terus apa yang harus kita lakukan jika lupa qunut dalam shalat subuh, apakah perlu sujud sahwi atau tidak?

            Banyak pandangan ulama tentang permasalahan ini apakah perlu sujud sahwi atau tidak perlu jika lupa qunut saat shalat subuh. Ada ulama yang tidak mempermasalahkan hal tersebut karena qunut tidak termasuk ke dalam rukun shalat, akan tetapi ada juga yang menganjurkan untuk sujud sahwi.

            Mengutip dari kitab Induk Doa dan Dzikir terjemahan Al-Adzkar oleh Imam Nawawi, menurut kesepakatan ulama membaca qunut saat shalat subuh hukumnya adalah sunnah muakkad. Jadi, jika lupa membaca qunut saat shalat subuh dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi, namun jika tidak melakukannya tidak sampai membatalkan shalat.

            Menurut mazhab syafi’i membaca qunut shalat subuh hukumnya sunnah Ab’adl yang artinya sangat dianjurkan. Sebagaimana didalam kitab beliau, Al Muhazzab, Al Syairazi:

والثانى ان يترك القنوت ساهيا فيسجد للسهو لأنه سنة مقصودة فى محلها فتعلق السجود بتركها كالتشهد الأول

“Yang kedua, seseorang yang meninggalkan qunut dalam keadaan lupa, maka hendaklah ia sujud sahwi, karena qunut merupakan sunnat maqsudah pada tempatnya, karena itu dihubungkan sujud dengan sebab meninggalkannya sama seperti tasyahud awal”.

            Adapun perbedaan pandangan dan pendapat dalam masalah ini adalah bedanya pemahaman antara hadist dan cara qiyas ulama, sebagaimana disebutkan Imam Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtasyid, beliau mengatakan bagi kalangan mazhab Abu Hanifah, membaca qunut hanya dilakukan saat shalat witir. Kalangan mazhab Ahmad bin Hambal kesunnahan membaca qunut subuh hanya dilakukan saat momen Nazilah, yaitu ketika umat Muslim dilanda musibah. Sedangkan kalangan mazhab syafi’i, membaca qunut subuh merupakan sunnah Ab’adl yang artinya sangat dianjurkan dan apabila meninggalkannya maka harus melakukan sujud sahwi.

            Para ulama mazhab syafi’i juga menyandarkan pendapat perkara qunut ini pada salah satu hadist yang di riwayatkan Anas bin Malik, sebagai berikut:

ما زال رسول الله صلى الله عليه و سلم يقنت فى صلاة الغداة حتى فارق الدنيا

“Rasulullah SAW senantiasa berqunut saat shalat fajar (shalat subuh) sampai beliau meninggal dunia”.   (HR. Ahmad). Namun hadist diatas menurut sebagian ulama harus dibandingkan juga dengan hadist yang lainnya, karena ada hadist yang mengatakan bahwa Rasulullah melakukan qunut subuh hanya untuk mendoakan kebaikan atau keburukan suatu kaum. Sebagaimana dikutip oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni yang menjelaskan tentang perkara tersebut. Adapun hadist tersebut diambil dari hadist yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان لا يقنت فى صلاة الفجر إلا إذا دعا لقوم او دعا على قوم

“Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak berqunut saat shalat fajar (shalat subuh), kecuali untuk mendoakan keburukan suatu kaum atau kebaikan suatu kaum.” (HR. Muslim)

            Membaca qunut saat shalat subuh memang tidak termasuk rukun shalat, jadi jika kita sengaja atau tidak sengaja meninggalkan qunut tersebut tidak akan membatalkan shalat, hanya saja perkara membaca qunut ini sangat dianjurkan bagi bermazhab Syafi’i. kebanyakan orang di Indonesia menganut mazhabnya Syafi’i dan banyak juga yang melakukan qunut saat shalat subuh, karena menurut sebagian orang qunut merupakan hal penting dalam shalat. Akan tetapi, banyak juga yang tidak membaca qunut saat shalat subuh, karena menurut sebagian orang itu tidak termasuk rukun shalat, jadi membaca qubut hanya dilakukan ketika ingat untuk membacanya saja.

            Adapun di dalam kitab yang ditulis oleh Ibnu Qudamah, bahwa pengamalan untuk membaca qunut saat shalat subuh ini pernah juga dilakukan para sahabat, salah satunya adalah Umar bin Khattab. Akan tetapi, kala itu Umar melakukan qunut subuh karena dalam keadaan perang (Nazilah), begitu pemahaman ulama. Ada juga yang mengatakan bahwa Nabi tidak pernah melakukan qunut lagi setelah mendoakan kejelakan suatu kaum. Sementara itu, ada pula hadist yang menyebutkan bahwa menurut Rasulullah mambaca qunut hanya patut dilakukan dalam konteks musibah. Sebagaimana Nabi berkata:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قنت شهرا يدعو على أحياء من أحياء العرب ثم تركه

“Sesungguhnya Rasulullah melakukan qunut selama sebulan, mendoakan kejelekan suatu kaum (salah satu kabilah dari Bani Sulaim) kemudian beliau tidak melakukan qunut lagi”. (HR. Bukhari Muslim)

            Menurut Imam Malik bin Anas, qunut merupakan amalan yang sangat mustajab. Sebab Nabi menganjurkan untuk melakukannya walaupun Nabi tidak melakukannya secara terus-menerus. Sebagaimana telah di jelaskan di beberapa hadist dan pandangan ulama bahwa nabi melakukan qunut subuh selama beberapa hari, kemudian tidak melakukan qunut lagi. Jadi, Nabi juga pernah melakukan qunut subuh dan juga pernah meninggalkan qunut subuh.

            Permasalahan qunut memang sudah dipermasalahkan ulama sejak dulu, dan banyak pula pendapat yang sudah dijelaskan tentang itu. Hanya saja, sekarang juga banyak orang binggung tentang bagaimana jika lupa membaca qunut saat subuh, maka perlu kita ketahui bahwa qunut memang bukan rukun shalat akan tetapi qunut sangat dianjurkan saat subuh. Ustadz Abdul Somad pernah mengatakan di ceramah beliau saat orang bertanya apakah perlu sujud sahwi atau tidak saat lupa membaca qunut subuh? Beliau mengatakan: “wajib sujud sahwi bagi yang menganut mazhab Syafi’i.” Dari sini, perlu kita pahami bahwa di dalam mazhab Syafi’i qunut memang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

            Demikianlah, pandangan dan pendapat para ulama serta banyak hadist yang membahas masalah ini. Bahwa qunut memang sangat dianjurkan akan tetapi tidak masalah jika meninggalkannya, karena hal tersebut tidak akan membatalkan shalat. Banyak sekarang orang yang terbiasa qunut subuh, namun ketika berjamaah dimasjid dan imam tidak melakukan qunut, itu bisa diterima oleh masyarakat. Sebaliknya, orang yang tidak biasa berqunut namun berjamaah dengan Imam yang terbiasa berqunut, maka mereka tidak akan keberatan untuk mengikutinya. Mengutip pendapat Imam Sufyan ats Tsauri, sebagaimana dikutip oleh Imam at-Tirmidzi di dalam sunan at-Tirmidzi tentang qunut:

إن قنت فى الفجر حسن, وإن لم يقنت فحسن

“Jika seseorang ingin melakukan qunut di waktu subuh, maka itu hasan (baik, termasuk sunnah), dan jika tidak melakukan qunut juga hasan.”

Selasa, 20 Februari 2024

Meet And Greet Perdana Panitia GKQ Batch XIII

 


Minggu, 18 Februari 2024. Untuk pertama kalinya panitia GKQ batch XIII melakukan rapat offline di SHSD (Sambal Hejo Sambal Dadakan) Ciputat, jam 08.00 WIB sampai jam 14.00 WIB. Rapat perdana ini dihadiri oleh ketua Yayasan GKQ, Bang Iqbal dan Gus Nabil, SC. Panitia sebelumnya, Akhyar, Huda, Azza, ketua panitia GKQ batch XIII, M. Rezky Ramadhan Saputra Yusuf, wakil ketua panitia, Asdar, BPH, serta koordinator perdivisi dan sebagian anggota panitia batch XIII.  Berikut adalah urutan kepengurusan panitia: ketua panitia, wakil ketua, sekretaris 1, 2, 3, bendahara 1. 2, 3, divisi program, divisi fundraising, divisi humas, divisi media dan divisi volunteer.

Adapun rapat kali ini ditunda selama berapa jam, dikarenakan panitia batch XIII banyak yang belum hadir, dan menunggu kehadirian SC panitia batch XII dan ketua Yayasan GKQ, penundaan rapat tersebut dari jam 08.00 WIB sampai jam 10.30 WIB. Acara dibuka oleh ketua panitia GKQ batch XIII dan dilanjutkan sambutan dari ketua yayasan GKQ. Kemudian perkenalan seluruh panitia batch XIII, agar mempermudah dalam berkomunikasi dalam membahas tupoksi kerja kedepannya. Setelah perkenalan seluruh panitia, semua koordinator divisi rapat terlebih dahulu dengan ketua Yayasan GKQ, SC panitia batch XII dan ketua serta wakil ketua. Dalam rapat ini membahas tupoksi kerja yang wajib dikerjakan perdivisi masing-masing yang dipimpin oleh SC ketua panitia batch XII, Huda. Dilanjutkan dengan diskusi bersama anggota kelompok/divisi masing-masing untuk membahas hasil rapat koordinator bersana SC ketua panitia batch XII dan mendiskusikan hal-hal yang ingin dilakukan dalam waktu dekat nantinya.

Setelah diskusi dengan anggota perdivisi, ketua kelompok/koordinator divisi melakukan presentasi hasil dari diskusi bersama anggotanya. Presentasi hasil diskusi dimulai dari divisi volunteer dan diwakili oleh Siti Patimah, dilanjutkan divisi program diwakili oleh Suci Nurrahmadani, divisi media diwakili oleh Iklil Atfikal Umam, divisi humas diwakili oleh Agis, dan divisi fundraising diwakili oleh Fathur Riski. Dan dilanjutkan dengan makan bersama-sama.

“Saya pribadi sangat senang karena teman-teman yang hadir pada meet offline pertama kita diluar ekspektasi, sebenarnya sempat pesimis awalnya, karena mayoritas dri panitia batch XIII itu rata² dri asrama, tapi melihat dari data² yang ada di list. yang awalnya pesimis jadi optimis. Rapat perdana kita saya anggap sukses, semoga kedepannya bisa lebih lengkap dan tetap solid”, tutur Yusuf selaku ketua panitia GKQ batch XIII. (20/02/24)

Sebelum penutupan rapat, ketua Yayasan GKQ, Bang Iqbal memberi sedikit materi yang harus diketahui oleh panitia, agar tidak terjadi misskomunikasi untuk kedepannya, dan diselipi nasihat untuk semua panitia batch XIII agar senaniasa semangat dalam menjalani tugas perdivisinya dan diakhiri dengan doa. Rapat berakhir sekitar jam 14.00 WIB dan sebelum semua panitia kembali pulang, ada sesi perfotoan yang mana sesi ini sangat wajib dalam rangkaian acara, karena dapat menjadi dokumentasi acara.

FUD Go To TVRI

 


        Rabu, 7 Februari 2024. Mahasiswi IIQ Jakarta melakukan tapping untuk acara Serambi Islami disiaran TVRI. Mahasiswi yang ikut ke TVRI diambil dari mahasiswi FUD, yaitu prodi IAT dan KPI, baik itu semester 2, 4 dan 6 dan mahasiswi yang ikut berjumlah 30 orang. Disana mahasiswi diminta menjadi jamaah pada acara Serambi Islami untuk 2 sesi. Sesi pertama berjudul kepemimpinan Rasulullah dan sesi kedua berjudul Menyambut Ramadhan. Adapun bintang tamu yang menjadi pemateri adalah ketua MUI pusat, KH. Cholil Nafis, Lc, M. A.  dan anggota BSNP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) Pengasuh Pondok Pesantren Skill Jakarta, KH. M. Nur Hayid, M. M. serta Muhammad Hizbullah sebagai Pembawa Acara dan Mahfudzul Khuluqi sebagai Qori.

           Pada sesi pertama terdapat 6 segmen, segmen pertama perkenalan pembawa acara, qari, pemateri dan jamaah serta membahas sedikit mengenai kepemimpinan zaman rasulullah dan ciri-ciri yang harus dimiliki seorang pemimpin. Segmen kedua berisi penjabaran dari ciri-ciri pemimpin yang baik dan bagaimana kepemimpinan pada zaman Rasulullah, segmen ketiga pembacaan ayat Al-Quran oleh Mahfudzul Khuluqi tentang kepemimpinan dan dijelaskan sedikit oleh kedua pemateri. Segmen keempat melanjutkan pembahasan mengenai ayat yang telah dibacakan oleh Qari Serambi Islami, segmen kelima menjawab pertanyaan dari jamaah online dan menjawab pertanyaan dari jamaah offline, yaitu pertanyaan dari jamaah salah satu mahasiswi IIQ dan segmen terakhir menjawab pertanyaan dari salah satu mahasiswi IIQ dan ditutup dengan nasihat dari kedua pemateri serta pembacaan doa oleh ketua MUI pusat, KH. Cholil Nafis, Lc, M. A.  dan diakhiri dengan shalawat bersama jamaah yang dipimpin oleh mahasiswi IIQ KPI semester 4, Ifty Hidayatul Putri.

         Sebelum melanjutkan syuting sesi kedua, semua orang disuruh istirahat selama 30 menit untuk mengantikan kostum pada sesi kedua nanti. Pada sesi pertama, kostum mahasiswi IIQ adalah rok hitam, almamater kampus dan hijab warna biru dongker, sedangkan sesi kedua kostum mereka sama seperti sesi pertama, hanya beda pada warna hijabnya saja, yaitu warna coksu atau mocca. Pada sesi kedua prosedur pada segmen acara hampir sama dengan segmen sesi pertama, akan tetapi terjadi perbedaannya pada pembahasan materi, pembacaan ayat Al-Quran. Karena pada sesi kedua pembahasannya mengenai bagaimana kita dalam menyambut bulan suci ramadhan dan pembacaan ayat Al-Quran yang berkaaitan dengan bulan ramadhan. Diakhir acara dilanjut dengan sesi perfotoan bersama semua pemateri dan jamaah Mahasiswi IIQ Jakarta.

     Adapun untuk penayangan kedua sesi tersebut adalah untuk sesi pertama yang berjudul kepemimpinan Rasulullah akan tayang pada pukul, 04.30 WIB dan pada hari Rabu, 21 Februari 2024. Sedangkan sesi kedua yang berjudul menyambut Ramadhan akan tayang pada pukul, 04.30 WIB dan hari Rabu, 28 Februari 2024.

Senin, 12 Februari 2024

Khataman Akbar BKKBM IIQ Jakarta

 


 

 Sabtu, 3 Februari 2024, telah dilaksanakannya khataman akbar BKKBM IIQ Jakarta, yang bertempatkan di aula kampus IIQ Jakarta. Acara ini dilaksanakan mulai pada pukul 09.00 WIB sampai jam 11.30 WIB serta dihadiri oleh Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan, Iffaty Zamimah, MA dan semua anggota BKKBM 2024-2025. Sebelum acara utamanya dilakukan yaitu khataman bersama, acara ini dibuka dengan pembacaan Al-Quran terlebih dahulu oleh Hanifah selaku mahasiswi IIQ. Dilanjutkan dengan sambutan yang diwakili oleh ketua senat mahasiswa Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta Periode 2024-2025, Luthfia Zahrani Nurramadhan,

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Quran bersama anggota BKKBM. Adapun acara khataman ini dilakukan dengan menghatamkan Al-Quran yang mana prosedurnya adalah membagikan juz untuk setiap anggota dengan batasan yang telah ditentukan panitia dan dilanjutkan dengan membaca bersama Al-Quran yang dimulai dari surah Adh-Dhuha sampai An-Nass serta diakhiri membaca doa khataman bersama.

Sebelum penutupan acara, Ibu Iffaty Zamimah, MA memberi sambutan sepatah dua patah kata yang bertujuan untuk memberi semangat para setiap mahasiswa yang mengikuti organisasi kampus dan agar tidak melupakan kewajibannya sebagai penghafal Al-Quran harus tetap diutamakan. Kemudian diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Ibu Iffaty Zamimah, MA selaku Ibu dari BKKBM IIQ Jakarta, agar acara khataman ini selalu diridhoi Allah.

Adapun hiburan setelah khataman selesai, yaitu penampilan hadroh dari anggota LSBM. Mereka menampilkan dengan sangat bagus dan membawa beberapa jenis lagu atau shalawat untuk meramaikan aula kampus IIQ Jakarta.

 

Rabu, 07 Februari 2024

Bersama Volunteer Kita Mengabdi

    


    Gerakan Kampung Al-Quran atau dikenal dengan GKQ merupakan yayasan yang menampung para relawan untuk menebarkan ilmu yang mereka punya kedaerah-daerah yang membutuhkan pengajaran berkaitan dengan Al-Quran. Biasanya yayasan GKQ menampung relawan dari kalangan mahasiwa dan mengirimkan relawannya pada saat mahasiswa libur perkuliahan. Gerakan Kampung Al-Quran bisa dijadikan sebagai wadah untuk mengamalkan ilmu yang kita punya dan mentransferkan ilmu kepada mereka yang membutuhkannya. Bukankah mengamalkan dan menebarkan ilmu itu wajib? Mengamalkan ilmu yang kita punya, tidak perlu menunggu kita menjadi guru atau menunggu ilmu banyak terlebih dahulu. Perlu kita ketahui bahwa mengamalkan dan menebarkan ilmu yang kita punya walaupun sedikit akan menambahkan pengetahuan kepada penerimanya, bukankah sesuatu itu harus dimulai dengan hal kecil dan memulai dari bawah terlebih dahulu sebelum menjadi besar dan mencapai puncaknya.

    Seekor burung gagak saja mampu memberikan ilmunya kepada Qabil, yang mana dia sangat membutuhkan ilmu untuk menguburkan kembarannya yang dia bunuh sendiri. Jika dilihat dari sisi ilmunya, bukankah Qabil lebih berilmu dibandingkan seekor burung gagak? Menebarkan ilmu tidak hanya diwajibkan untuk dia yang lebih pintar, tapi untuk dia yang ingin memberikan manfaat yang besar kepada orang lain. Belajar dari seekor burung gagak, walaupun seekor burung yang biasa dinilai manusia hanya mampu terbang kesana kemari, namun mampu memberi pelajaran yang sangat berharga hingga diamalkan manusia sampai sekarang. 

    Manusia dikenal dengan kayanya ilmu dan makhluk terpintar yang diciptakan Allah, maka dari itu, tidak ada alasan kita untuk memendam ilmu yang kita punya dengan alasan belum mampu, ilmu belum banyak dan sebagainya. Seharusnya tugas kita sebagai manusia adalah mencari wadah yang mampu menampung kita untuk mengamalkan ilmu kepada orang lain, contohnya menjadi seorang volunteer. Menjadi volunteer banyak sekali manfaatnya. Salah satunya menambah relasi pertemanan, meningkat tali persaudaraan dan menjadi guru yang berkesan walaupun hanya sebentar. Hakikat ilmu itu disebarkan kepada manusia lain, agar sesama manusia bisa menjadi orang yang mampu berfikir antara yang baik dan buruk. Banyak sekali orang yang belum bisa menebarkan ilmunya bahkan mereka lebih memilih untuk menyembunyikannya dari orang lain. Menyembunyikan ilmu sama halnya dengan manusia terpelit, karena ilmu saja dia enggan memberikannya kepada orang lain apalagi memberikan yang lainnya. Adapun hadist yang menjelaskan tentang orang yang sengaja menyembunyikan ilmu;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ ثُمَّ كَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

Artinya:

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu yang dia mengetahuinya, namun dia menyembunyikannya, maka dia akan diberi tali kekang dari neraka pada hari kiamat”. (HR Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).


Program Tapera Kebijakan Merampas Uang Rakyat Oleh Pemerintah

  Tapera adalah singkatan dari tabungan perumahan rakyat. Sebagaimana tercatat dalam peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang P...