(sumber: Youtube Dirty Vote)
Istilah gentong babi banyak diperbincangkan didalam film dokumenter
Dirty Vote yang mana didalam film tersebut banyak menyoroti tindak kecurangan
dan pelanggaran etik menjelang Pemilu 2024. Sebagaimana dijelaskan didalam Film yang
berdurasi sekitar dua jam tersebut oleh Bivitri Susanti selaku ahli hukum tata
negara, Bivitri Susanti mengatakan bahwa konsep gentong babi yang dilakukan
oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) adalah program bantuan
sosial (bansos) yang mana peningkatan anggaran dan penyaluran bansos yang
signifikan menjelang Pemilu 2024. Penyaluran bansos saat itu semakin
mencurigakan karena tidak melibatkan data terpadu dari Kementerian Sosial.
Menurut Bivitri, tindakan presiden saat itu dikenal dengan konsep politik
gentong babi. Ia menjelaskan bahwa politik gentong babi ala Jokowi adalah
dengan menggelontorkan uang negara ke daerah-daerah pilihan agar ia
dipilih kembali.
Bivitri memaparkan politik gentong babi merupakan istilah yang
mengacu pada masa perbudakan di Amerika Serikat. Kala itu, budak-budak AS
saling berebut demi mendapatkan daging babi yang
diawetkan dalam gentong. Istilah pork barrel atau gentong babi
pertama kali muncul untuk menggambarkan pengeluaran anggaran pemerintah Amerika
Serikat yang mencurigakan pada awal paruh kedua abad ke-19. Istilah ini mulai
dikenal di Amerika Serikat setelah Perang Saudara, sekitar tahun 1860-an. Gentong
babi sendiri melambangkan sebuah tempat untuk kekayaan, aset, atau proyek
bernilai yang dipegang penguasa. Aset tersebut bisa dengan mudah diuangkan atau
ditukar dengan hal lain sebagai imbalan yang menguntungkan pemegang gentong.
Imbalan yang menguntungkan itu bisa didefinisikan sebagai suara pemilih atau
sumbangan kampanye.
Terminologi gentong babi pertama kali digunakan oleh John Farejohn,
untuk mengungkap kasus atau fenomena serupa di lembaga Congress, Amerika
Serikat. Walau perwujudan atau realisasi anggarannya ada, politik gentong babi
tetap tidak dibenarkan. Karena sistem politik ini dipakai untuk mencapai
keuntungan sepihak saja. Politik gentong babi merupakan strategi para
kandidiat untuk memenangkan suara yang dilakukan secara publik. Ini berbeda
dengan politik uang lainnya yang cenderung dilakukan secara privat, seperti
pembelian suara, hibah, dan pemberian janji pada individu atau kelompok. Bentuk
praktik politik gentong babi ada beragam jenisnya. Ini bisa berupa pembagian
uang dan bantuan sosial, penambahan anggaran untuk proyek di suatu
daerah, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar