Selasa, 12 Maret 2024

Istilah Politik Gentong Babi dalam Film Dokumenter Dirty Vote


        (sumber: Youtube Dirty Vote)


Istilah gentong babi banyak diperbincangkan didalam film dokumenter Dirty Vote yang mana didalam film tersebut banyak menyoroti tindak kecurangan dan pelanggaran etik menjelang Pemilu 2024. Sebagaimana dijelaskan didalam Film yang berdurasi sekitar dua jam tersebut oleh Bivitri Susanti selaku ahli hukum tata negara, Bivitri Susanti mengatakan bahwa konsep gentong babi yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) adalah program bantuan sosial (bansos) yang mana peningkatan anggaran dan penyaluran bansos yang signifikan menjelang Pemilu 2024. Penyaluran bansos saat itu semakin mencurigakan karena tidak melibatkan data terpadu dari Kementerian Sosial. Menurut Bivitri, tindakan presiden saat itu dikenal dengan konsep politik gentong babi. Ia menjelaskan bahwa politik gentong babi ala Jokowi adalah dengan menggelontorkan uang negara ke daerah-daerah pilihan agar ia dipilih kembali.

Bivitri memaparkan politik gentong babi merupakan istilah yang mengacu pada masa perbudakan di Amerika Serikat. Kala itu, budak-budak AS saling berebut demi mendapatkan daging babi yang diawetkan dalam gentong. Istilah pork barrel atau gentong babi pertama kali muncul untuk menggambarkan pengeluaran anggaran pemerintah Amerika Serikat yang mencurigakan pada awal paruh kedua abad ke-19. Istilah ini mulai dikenal di Amerika Serikat setelah Perang Saudara, sekitar tahun 1860-an. Gentong babi sendiri melambangkan sebuah tempat untuk kekayaan, aset, atau proyek bernilai yang dipegang penguasa. Aset tersebut bisa dengan mudah diuangkan atau ditukar dengan hal lain sebagai imbalan yang menguntungkan pemegang gentong. Imbalan yang menguntungkan itu bisa didefinisikan sebagai suara pemilih atau sumbangan kampanye.

Terminologi gentong babi pertama kali digunakan oleh John Farejohn, untuk mengungkap kasus atau fenomena serupa di lembaga Congress, Amerika Serikat. Walau perwujudan atau realisasi anggarannya ada, politik gentong babi tetap tidak dibenarkan. Karena sistem politik ini dipakai untuk mencapai keuntungan sepihak saja. Politik gentong babi merupakan strategi para kandidiat untuk memenangkan suara yang dilakukan secara publik. Ini berbeda dengan politik uang lainnya yang cenderung dilakukan secara privat, seperti pembelian suara, hibah, dan pemberian janji pada individu atau kelompok. Bentuk praktik politik gentong babi ada beragam jenisnya. Ini bisa berupa pembagian uang dan bantuan sosial, penambahan anggaran untuk proyek di suatu daerah, dan sebagainya.

 Kini, istilah gentong babi digunakan untuk merujuk pada pengeluaran pemerintah yang menggemuk atau boros. Sebenarnya politik semacam ini banyak dilakukan, namun sering kali tidak disadari. Dilansir dari Investopedia, istilah ini merujuk pada uang yang dihabiskan pemerintah untuk proyek-proyek dengan nilai yang perlu dipertanyakan. Dana tersebut diduga digunakan anggota-anggota Kongres demi kepentingan distrik asal mereka dan keuntungan politik mereka sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Program Tapera Kebijakan Merampas Uang Rakyat Oleh Pemerintah

  Tapera adalah singkatan dari tabungan perumahan rakyat. Sebagaimana tercatat dalam peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang P...