Rabu, 07 Februari 2024

Bersama Volunteer Kita Mengabdi

    


    Gerakan Kampung Al-Quran atau dikenal dengan GKQ merupakan yayasan yang menampung para relawan untuk menebarkan ilmu yang mereka punya kedaerah-daerah yang membutuhkan pengajaran berkaitan dengan Al-Quran. Biasanya yayasan GKQ menampung relawan dari kalangan mahasiwa dan mengirimkan relawannya pada saat mahasiswa libur perkuliahan. Gerakan Kampung Al-Quran bisa dijadikan sebagai wadah untuk mengamalkan ilmu yang kita punya dan mentransferkan ilmu kepada mereka yang membutuhkannya. Bukankah mengamalkan dan menebarkan ilmu itu wajib? Mengamalkan ilmu yang kita punya, tidak perlu menunggu kita menjadi guru atau menunggu ilmu banyak terlebih dahulu. Perlu kita ketahui bahwa mengamalkan dan menebarkan ilmu yang kita punya walaupun sedikit akan menambahkan pengetahuan kepada penerimanya, bukankah sesuatu itu harus dimulai dengan hal kecil dan memulai dari bawah terlebih dahulu sebelum menjadi besar dan mencapai puncaknya.

    Seekor burung gagak saja mampu memberikan ilmunya kepada Qabil, yang mana dia sangat membutuhkan ilmu untuk menguburkan kembarannya yang dia bunuh sendiri. Jika dilihat dari sisi ilmunya, bukankah Qabil lebih berilmu dibandingkan seekor burung gagak? Menebarkan ilmu tidak hanya diwajibkan untuk dia yang lebih pintar, tapi untuk dia yang ingin memberikan manfaat yang besar kepada orang lain. Belajar dari seekor burung gagak, walaupun seekor burung yang biasa dinilai manusia hanya mampu terbang kesana kemari, namun mampu memberi pelajaran yang sangat berharga hingga diamalkan manusia sampai sekarang. 

    Manusia dikenal dengan kayanya ilmu dan makhluk terpintar yang diciptakan Allah, maka dari itu, tidak ada alasan kita untuk memendam ilmu yang kita punya dengan alasan belum mampu, ilmu belum banyak dan sebagainya. Seharusnya tugas kita sebagai manusia adalah mencari wadah yang mampu menampung kita untuk mengamalkan ilmu kepada orang lain, contohnya menjadi seorang volunteer. Menjadi volunteer banyak sekali manfaatnya. Salah satunya menambah relasi pertemanan, meningkat tali persaudaraan dan menjadi guru yang berkesan walaupun hanya sebentar. Hakikat ilmu itu disebarkan kepada manusia lain, agar sesama manusia bisa menjadi orang yang mampu berfikir antara yang baik dan buruk. Banyak sekali orang yang belum bisa menebarkan ilmunya bahkan mereka lebih memilih untuk menyembunyikannya dari orang lain. Menyembunyikan ilmu sama halnya dengan manusia terpelit, karena ilmu saja dia enggan memberikannya kepada orang lain apalagi memberikan yang lainnya. Adapun hadist yang menjelaskan tentang orang yang sengaja menyembunyikan ilmu;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ عَلِمَهُ ثُمَّ كَتَمَهُ أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

Artinya:

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu yang dia mengetahuinya, namun dia menyembunyikannya, maka dia akan diberi tali kekang dari neraka pada hari kiamat”. (HR Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Program Tapera Kebijakan Merampas Uang Rakyat Oleh Pemerintah

  Tapera adalah singkatan dari tabungan perumahan rakyat. Sebagaimana tercatat dalam peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang P...