Rabu, 03 April 2024

Alasan Film Kiblat Ditolak Untuk Ditayangkan

 



Film 'Kiblat' sekarang menjadi kontroversi di kalangan sineas, warganet, hingga tokoh agama. Film Kiblat merupakan salah satu film yang akan tayang tahun ini. Namun sayangnya, film ini menuai kritik dan kontroversi dari berbagai pihak usai poster film dirilis. Ada banyak komentar negatif yang muncul mengenai film 'Kiblat' di media sosial bahkan MUI juga menolak penayangan film horor ini. Film bergenre horor ini disutradarai oleh Bobby Prasetyo dan dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ternama di Indonesia, seperti Yasmin Napper, Arbani Yasiz, dan YouTuber Ria Ricis.

Film Kiblat menceritakan kisah seorang gadis bernama Ainun (Yasmin Napper) yang tinggal di kampung bersama uwa atau kakak orang tuanya. Ainun sendiri tidak mengetahui siapa orangtua kandungnya. Namun, Ainun sangat mengagumi pemimpin padepokan sakti di Kampung Bumi Suwung yang bernama Abah Mulya. Abah Mulya dikenal dengan seorang yang sangat sakti hingga mampu menyembuhkan berbagai penyakit dan menggandakan uang. Ketika Abah Mulya meninggal, tidak lama setelah itu Ainun mengetahui bahwa Abah Mulya ternyata ayah kandungnya. Kemudian ia mencari tahu lebih dalam soal Abah Mulya di padepokannya. Namun dalam pencariannya, Ainun justru menemukan hal-hal yang mengganjal, diantaranya ialah ia menumukan disana tidak pernah ada orang yang azan dan salat. Dari sinilah Ainun mengetahui bahwa sosok dikagumi sekaligus ayah kandungnya itu justru mengajarkan kesesatan dan menjauhkannya dari kiblat. Ainun kemudian berusaha melepaskan diri dari aliran sesat tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang Film Kiblat karena dinilai melakukan kampanye hitam terhadap salah satu ajaran agama. Film horor ini dinilai tidak mendidik, menistakan agama, dan hanya menakut-nakuti orang saat beribadah. Karena terdapat adegan ketika si tokoh melakukan rukuk dan tiba-tiba saja tubuhnya berbalik hingga kepalanya menghadap ke atas. Pasalnya, posisi rukuk itu ditampilkan dengan kesan seram. Cholil mempertanyakan mengapa menggunakan gambar yang seram untuk mendeskripsikan film Kiblat, sedangkan arti Kiblat itu identik dengan ka’bah.

Penolakan tayang terhadap film Kiblat ini karena kebanyakan warga menyatakan keberatan dengan film-film horor yang mengandung muatan keagamaan. Keresahan warga Indonesia terhadap film-film sejenis ini disebabkan stigma-stigma buruk terhadap citra agama yang dapat lahir setelahnya. Tidak hanya masyarakat, pemuka agama salah satunya Ustaz Hilmi Firdausi juga turut memberikan kritikan terhadap film 'Kiblat'.


Senin, 01 April 2024

Jakarta Diramal Lumpuh Karena Gempa Megathust

 


Isu gempa megathrust yang menyebabkan Jakarta 'lumpuh' kembali viral di media sosial, karena muncul video Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, yang dinarasikan bahwa Jakarta akan lumpuh karena gempa megathrust. Namun Dwikorita membantah terkait video yang beredar, ia menjelaskan bahwa video tersebut diambil saat dirinya memberi penjelasan kepada anggota DPR RI terkait perlunya membangun peringatan dini tsunami. Menurut Dwikorita, video tersebut dipenggal oleh pihak yang tak bertanggung jawab sehingga muncul makna yang berbeda. Dia juga menjelaskan, lumpuh yang dimaksudkan dirinya adalah terputusnya jaringan komunikasi yang disebabkan rusaknya berbagai infrastruktur komunikasi akibat gempa megathrust.

Gempa megathrust merupakan gempa Bumi yang berasal dari zona megathrust. Ini adalah istilah untuk menyebut jalur subduksi lempeng Bumi yang sangat panjang, tapi relatif dangkal. Lempeng bumi digambarkan menumpuk, sementara lempeng di bawah mendorong lempeng di atasnya. Lokasi megathrust bisa menjadi sumber gempa bila lempeng-lempeng Bumi itu bergerak. Jika gempa megathrust terjadi di laut maka bisa memicu tsunami.

Dalam skenario tersebut, jika jarak episentrum gempa dengan pantai lebih dari 250 kilometer, berpotensi terjadi lumpuhnya operasional InaTEWS BMKG di Jakarta akibat terputusnya jaringan komunikasi atau kerusakan pada gedung operasional. Untuk itu, perlu dilakukan pembangunan kembali gedung operasional InaTEWS di Jakarta dengan standar tahan gempa dan tahan likuifaksi. Bangunan yang saat ini digunakan merupakan bekas gedung Bandara Kemayoran yang dibangun pada tahun 1980-an.

BMKG telah berupaya mengantisipasi hal semacam ini dengan membangun Gedung Operasional Peringatan Dini Tsunami di Bali sebagai cadangan, meskipun sudah ada di Jakarta, pembangunan gedung ini berfungsi untuk backup/cadangan informasi di Bali. Dalam skenario terburuk, gempa megathrust berkekuatan Magnitudo 8,7 diperkirakan mampu melumpuhkan operasional InaTEWS di Jakarta karena terputusnya jaringan komunikasi, sehingga nantinya informasi akan tetap updaate karena adanya geddung cadangan diBali ini.


Program Tapera Kebijakan Merampas Uang Rakyat Oleh Pemerintah

  Tapera adalah singkatan dari tabungan perumahan rakyat. Sebagaimana tercatat dalam peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang P...