Film 'Kiblat' sekarang menjadi kontroversi di kalangan sineas,
warganet, hingga tokoh agama. Film Kiblat merupakan salah satu film yang akan
tayang tahun ini. Namun sayangnya, film ini menuai kritik dan kontroversi dari
berbagai pihak usai poster film dirilis. Ada banyak komentar negatif yang
muncul mengenai film 'Kiblat' di media sosial bahkan MUI juga menolak penayangan
film horor ini. Film bergenre horor ini disutradarai oleh Bobby Prasetyo dan dibintangi
oleh sederet aktor dan aktris ternama di Indonesia, seperti Yasmin Napper,
Arbani Yasiz, dan YouTuber Ria Ricis.
Film Kiblat menceritakan kisah seorang gadis bernama Ainun (Yasmin
Napper) yang tinggal di kampung bersama uwa atau kakak orang tuanya. Ainun
sendiri tidak mengetahui siapa orangtua kandungnya. Namun, Ainun sangat
mengagumi pemimpin padepokan sakti di Kampung Bumi Suwung yang bernama Abah
Mulya. Abah Mulya dikenal dengan seorang yang sangat sakti hingga mampu
menyembuhkan berbagai penyakit dan menggandakan uang. Ketika Abah Mulya
meninggal, tidak lama setelah itu Ainun mengetahui bahwa Abah Mulya ternyata
ayah kandungnya. Kemudian ia mencari tahu lebih dalam soal Abah Mulya di
padepokannya. Namun dalam pencariannya, Ainun justru menemukan hal-hal yang
mengganjal, diantaranya ialah ia menumukan disana tidak pernah ada orang yang
azan dan salat. Dari sinilah Ainun mengetahui bahwa sosok dikagumi sekaligus
ayah kandungnya itu justru mengajarkan kesesatan dan menjauhkannya dari kiblat.
Ainun kemudian berusaha melepaskan diri dari aliran sesat tersebut.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang Film Kiblat karena dinilai
melakukan kampanye hitam terhadap salah satu ajaran agama. Film horor ini
dinilai tidak mendidik, menistakan agama, dan hanya menakut-nakuti orang saat
beribadah. Karena terdapat adegan ketika si tokoh melakukan rukuk dan tiba-tiba
saja tubuhnya berbalik hingga kepalanya menghadap ke atas. Pasalnya, posisi
rukuk itu ditampilkan dengan kesan seram. Cholil mempertanyakan mengapa
menggunakan gambar yang seram untuk mendeskripsikan film Kiblat, sedangkan arti
Kiblat itu identik dengan ka’bah.
Penolakan tayang terhadap film Kiblat ini karena kebanyakan warga
menyatakan keberatan dengan film-film horor yang mengandung muatan keagamaan.
Keresahan warga Indonesia terhadap film-film sejenis ini disebabkan
stigma-stigma buruk terhadap citra agama yang dapat lahir setelahnya. Tidak
hanya masyarakat, pemuka agama salah satunya Ustaz Hilmi Firdausi juga turut
memberikan kritikan terhadap film 'Kiblat'.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar