Kamis, 08 Juni 2023

SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI ASIA TENGGARA

 

A. Sejarah Perkembangan Islam Di Wilayah Asia Tenggara

Penduduk Asia Tenggara sangat beragam dalam hal bahasa, budaya, ras, agama, dan aspek lainnya. Karena hampir seluruh penduduknya beragama Islam di beberapa daerah, daerah-daerah tersebut telah berhasil mendirikan monarki dan pemerintahan Islam. Penyebaran islam lainnya juga dapat dari segi arsitektur, politik dan pemerintahan, budaya, pendidikan, hukum, pernikahan, kesenian, dan berbagai aspek lainnya.[1]

Masyarakat Islam di Asia Tenggara dewasa ini dapat dijumpai di semua negara, khususnya di negara-negara yang termasuk anggota ASEAN, tetapi eksistensinya di sebagian negara merupakan kelompok masyarakat yang minoritas, kecuali di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam mayoritas di kalangan penduduknya beragama Islam. Perkembangan masyarakat Islam di Asia Tenggara, terutama di negara-negara yang tergolong anggota ASEAN, juga kelihatan bervariasi dalam arti berbeda antara satu negara dengan negara lainnya, karena proses masuknya Islam dan terbentuknya masyarakat yang menganut agama ini di tiap negara di kawasan ini tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan, di samping karena adanya faktorfaktor tertentu lainnya yang terdapat pada masing-masing negara, boleh jadi menyebabkan timbulnya perbedaan dalam perkembangan itu. Sejarah perkembangan Islam di Asia Tenggara dari masa ke masa dan Faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika perkembangan Islam di Asia Tenggara.[2]

B. Kemajuan Islam Di Asia Tenggara

Asia Tenggara adalah salah satu dari tujuh wilayah budaya atau peradaban Islam, yang secara tegas terdiri dari wilayah budaya Islam Arab, Islam Persia, Islam Turki, Islam Afrika, Islam anak benua India, dan Islam Asia Tenggara (Melayu). Perkembangan Islam di Asia Tenggara dapat dibagi menjadi tiga fase; Pertama, terhentinya fase pedagang Muslim di pelabuhan-pelabuhan Asia Tenggara; kedua, keberadaan komunitas muslim di beberapa tempat di nusantara; Ketiga adalah fase berdirinya kerajaan-kerajaan Islam.Perkembangan peradaban Islam di Asia Tenggara tidak lepas dari Islamisasi besar-besaran Kerajaan Islam (Kesultanan).

Kerajaan-kerajaan Islam yang dimaksud antara lain Kerajaan Samudera Pasai, Kesultanan Malaka, Kesultanan Aceh Darussalam dan Palembang. Kesultanan Demak terletak di pulau Jawa, disusul Kesultanan Panjang, Kesultanan Mataram, Kesultanan Cirebon dan Banten. Contoh lainnya adalah Kerajaan Ternate. Islam datang ke kerajaan di Maluku pada tahun 1440. Rajanya adalah seorang Muslim bernama Bayang Ullah. Meskipun raja masuk Islam, dia tidak menampilkan Islam sebagai institusi politik. Kesultanan Ternate baru menjadi lembaga politik Islam pada tahun 1486 dengan Kerajaan Ternate dan sultan pertamanya, Sultan Zainal Abidin. Ada tiga faktor yang menyebabkan perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam pada masa kejayaannya, pertama, faktor religi (keagamaan), kedua, penghayatan ilmu pengetahuan, dan ketiga, pemajuan (perlindungan dan dukungan) terhadap berbagai tokoh ilmiah oleh penguasa.[3]

C. Modernisasi Islam Di Asi Tenggara

Pengertian modern bukan saja mengacu kepada zaman tetapi yang terpenting adalah cara berfikir dan bertindak. Modernisasi di tandai dengan 2 ciri utama yaitu rasionalisasi dan teknikalisasi. Dalam masyarakat barat kata medernisasi memiliki arti pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk mengubah paham-paham, adat- istiadat, institusi-institusi lama agar semua itu dapat disesuaikan dengan pendapat-pendapat dan kaedaan-keadaan baru yang ditimbulkan ilmu pengetahuan modern.

Pemikiran pembaharuan atau modernisasi dalam Islam timbul terutama sebagai hasil kontak yang terjadi antara dunia Islam dan barat. Karena kontak itu umat islam abad XIX sadar bahwa mereka mengalami kemunduran dibandingkan dengan barat. Gerakan pembaharuan inipun akhirnya merambah pula kedunia politik. Gagasan politik yang pertama kali muncul adalah gagasan Pan Islamisme (persatuan islam sedunia) yang awalnya gagasan ini di usung oleh wahabiyyah dan sanusiah. Namun baru disuarakan dengan lantang oleh tokoh pemikir islam terkenal, Jamalaluddin Al-Afghani (1839-1897 M) asal Afganistan.[4]

Pada masa 8 bulan peredaran, majalah ini berhasil menanamkan benih-benih modernisasi di kalangan umat Islam. Tersebar luas di seluruh dunia islam, tatkala murid Abduh yg bernama Rasyid Ridha menerbitkan majalah Al-Manar di Mesir. Penyebaran dan pengaruh pembaharuan islam modern di asia sejak awal abad ke-20, dan dengan gagasan Jamaluddin Al-afghani dan Muhammad Abduh menjadi lebih tersebar luas di dunia Islam.[5]

 

 



[1] Suhaimi Suhaimi et al., “Pendidikan sejarah Islam Asia Tenggara: overview penyebaran Islam melalui Bibliometrik,” n.d., h 278.

[2] “367-Article Text-693-1-10-20150408.Pdf,” n.d., h.114.

[3] Muhammad Arbain, “DinamikaPerkembangan Pendidikan Islam di Asia TenggaraBorneo International Journal of Islamic Studies, 2019, vol 2 (1).

[5] https://id.scribd.com/document/547919764/makalah-modernisasai-islam


DAFTAR PUSTAKA

 

“367-Article Text-693-1-10-20150408.Pdf,” n.d.

Arbain Muhammad, “DinamikaPerkembangan Pendidikan Islam di Asia Tenggara” Borneo International Journal of Islamic Studies, 2019, vol 2 (1).

https://id.scribd.com/document/465312993/Modernisasi-Islam-di-Asia-Tenggara

https://id.scribd.com/document/547919764/makalah-modernisasai-islam

Suhaimi Suhaimi et al., “Pendidikan sejarah Islam Asia Tenggara: overview penyebaran Islam melalui Bibliometrik,” n.d.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Program Tapera Kebijakan Merampas Uang Rakyat Oleh Pemerintah

  Tapera adalah singkatan dari tabungan perumahan rakyat. Sebagaimana tercatat dalam peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang P...