Menurut Amin kata sejarah berasal dari bahasa Arab
"Syajaratun", artinya pohon. Apabila digambarkan secara sistematik,
sejarah hampir sama dengan pohon, memiliki cabang dan ranting, bermula dari
sebuah bibit, kemudian tumbuh dan berkembang, lalu layu dan tumbang. Kata
sejarah secara etimologi dapat diungkapkan dalam bahasa Arab disebut tarikh,
yang bermakna ketentuan masa atau waktu, sedang ilmu tarikh berarti ilmu yang
mengandung atau yang membahas penyebutan peristiwa dan sebab-sebab terjadinya
peristiwa tersebut. Adapun secara terminologi berarti keterangan yang telah
terjadi di kalangannya pada masa yang telah lampau atau pada masa yang masih
ada.[1]
Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab "al hadlarah
al-Islamiah". Kata Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia dengan kebudayaan Islam. Peradaban Islam adalah segala tingkah laku
tabiat seseorang yang dibangun atas nilai-nilai Islami yang bersumber dan
dibawa oleh wahyu Islam itu sendiri yang kemudian dikembangkan oleh masyarakat
untuk kemajuan yang menyangkut sikap sopan, budi bahasa, dan tabiat yang
bersumber dari ajaran Islam yakni Al-Qur’an dan As-sunnah.[2]
Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab "al hadlarah
al-Islamiah". Kata Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia dengan kebudayaan Islam. Peradaban sering juga dipakai untuk menyebut
suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa,
sistem kenegaraan, dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks. Kebudayaan
adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat, sedangkan
manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis lebih berkaitan dengan
peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak direfleksikan dalam seni, sastra,
religi (agama), dan moral. [3]
Islam sebagai agama yang membawa rahmat untuk semesta alam, lahir
di kota Makkah dan tumbuh berkembang di Madinah, dan selanjutnya menyebar ke
setiap sudut jazirah Arab serta akhirnya menyebar ke sealuruh dunia. Peradaban
Islam mencakup seluruh aspek kebutuhan hidup manusia, bahkan berimbas kepada
semua makhluk ciptaan Tuhan. Al-Qur’an dijadikan sebagai sumber pokok
pembentukan peradaban ini. Al-Qur’an merupakan sebuah kitab yang menjadi
petunjuk kepada siapa saja yang mau menilainya, menjadi contoh dan perbandingan
serta pengajaran kepada siapa saja yang mau mentadabburnya.[4]
Sebuah kebudayaan yang maju dan menjelma sebagai peradaban tidak
dapat terlepas dari sumber daya manusianya, sebanyak apa-pun jumlah manusia
yang hidup di suatu daerah jika tidak memiliki kekuatan dari sisi sumber daya
manusia, maka masyarakat yang hidup di tempat tersebut tidak akan menjadi
masyarakat madani. Oleh sebab itu, memandang hadis sebagai sumber peradaban
berarti memposisikan hadis atau sunnah sebagai tolak ukur dalam prilaku
kehidupan bermasyarakat.[5]
Adapun metodologisejarah atau metode
penelitian sejarah dapat didefinisikan sebagai berikut:
“Suatu kumpulan yang sistematis dari
prinsip-prinsip dan aturanaturan yang dimaksudkan untuk membantu dengan secara
efektif dalam pengumpulan bahan-bahan sumber dari sejarah, dalam menilai atau
menguji sumber-sumber itu secara kritis, dan menyajikan suatu hasil “sinthese”
(pada umumnya dalam bentuk tertulis) dari hasil-hasil yang dicapai”.[6]
Sejarah peradaban Islam merupakan
kemajuan suatu periode kekuasaan Islam mulai dari periode Nabi Muhammad Saw,
sampai perkembangan kekuasaan Islam sekarang. Sejarah Peradaban Islam merupakan
hasil-hasil yang dicapai oleh umat Islam dalam lapangan kesusastraan, ilmu
pengetahuan dan kesenian.
[1] Din Muhammad Zakaria, “Sejarah Peradaban Islam”, Malang CV.
Intrans Publishing, 2018.
[2] Anwar Sewang, “Sejarah Peradaban Islam”. Parepare: Wineka Media, 2015. hlm. 3-4
[3] Din Muhammad Zakaria, “Sejarah Peradaban Islam”, Malang CV. Intrans Publishing. 2018.
[4] Abd Wahid, “Al-Qur’an Sumber Peradaban”, dalam Jurnal, Vol.XVII
2015. hlm. 111
[5] Wahyudi Eko Feri, Kahfi Ashabul Muhammad, “Hadis Sebagai Sumber
Peradaban’’. Vol 2, No 1. IAIN Polopo, 2019.
[6] Wasino, Hartatik Sri Endah, “Metode Penelitian Sejarah”. Magnum Pustaka Utama, 2018. hlm. 18-19.
Daftar Pustaka
Zakariya, Din Muhammad. (2018). “Sejarah Peradaban Islam”. Malang
CV. Intrans Publishing.
Sewang, Anwar. (2015). “Sejarah Peradaban Islam”. Parepare: Wineka Media.
Wahid Abd. (2012). “Al-Qur’an Sumber Peradaban”. Vol.XVII,
Jurnal Ushuluddin.
Wahyudi Eko Feri, Kahfi Ashabul Muhammad. (2019). “Hadis Sebagai
Sumber Peradaban’’. Vol 2, No 1. IAIN Polopo.
Wasino, Hartatik Sri Endah. (2018). “Metode Penelitian Sejarah”. Magnum Pustaka Utama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar