Jumat, 17 Maret 2023

SEJARAH PERADABAN ISLAM

Menurut Amin kata sejarah berasal dari bahasa Arab "Syajaratun", artinya pohon. Apabila digambarkan secara sistematik, sejarah hampir sama dengan pohon, memiliki cabang dan ranting, bermula dari sebuah bibit, kemudian tumbuh dan berkembang, lalu layu dan tumbang. Kata sejarah secara etimologi dapat diungkapkan dalam bahasa Arab disebut tarikh, yang bermakna ketentuan masa atau waktu, sedang ilmu tarikh berarti ilmu yang mengandung atau yang membahas penyebutan peristiwa dan sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut. Adapun secara terminologi berarti keterangan yang telah terjadi di kalangannya pada masa yang telah lampau atau pada masa yang masih ada.[1]

Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab "al hadlarah al-Islamiah". Kata Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam. Peradaban Islam adalah segala tingkah laku tabiat seseorang yang dibangun atas nilai-nilai Islami yang bersumber dan dibawa oleh wahyu Islam itu sendiri yang kemudian dikembangkan oleh masyarakat untuk kemajuan yang menyangkut sikap sopan, budi bahasa, dan tabiat yang bersumber dari ajaran Islam yakni Al-Qur’an dan As-sunnah.[2]

Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab "al hadlarah al-Islamiah". Kata Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam. Peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan, dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat, sedangkan manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak direfleksikan dalam seni, sastra, religi (agama), dan moral. [3]

Islam sebagai agama yang membawa rahmat untuk semesta alam, lahir di kota Makkah dan tumbuh berkembang di Madinah, dan selanjutnya menyebar ke setiap sudut jazirah Arab serta akhirnya menyebar ke sealuruh dunia. Peradaban Islam mencakup seluruh aspek kebutuhan hidup manusia, bahkan berimbas kepada semua makhluk ciptaan Tuhan. Al-Qur’an dijadikan sebagai sumber pokok pembentukan peradaban ini. Al-Qur’an merupakan sebuah kitab yang menjadi petunjuk kepada siapa saja yang mau menilainya, menjadi contoh dan perbandingan serta pengajaran kepada siapa saja yang mau mentadabburnya.[4]

Sebuah kebudayaan yang maju dan menjelma sebagai peradaban tidak dapat terlepas dari sumber daya manusianya, sebanyak apa-pun jumlah manusia yang hidup di suatu daerah jika tidak memiliki kekuatan dari sisi sumber daya manusia, maka masyarakat yang hidup di tempat tersebut tidak akan menjadi masyarakat madani. Oleh sebab itu, memandang hadis sebagai sumber peradaban berarti memposisikan hadis atau sunnah sebagai tolak ukur dalam prilaku kehidupan bermasyarakat.[5]

Adapun metodologisejarah atau metode penelitian sejarah dapat didefinisikan sebagai berikut:

              “Suatu kumpulan yang sistematis dari prinsip-prinsip dan aturanaturan yang dimaksudkan untuk membantu dengan secara efektif dalam pengumpulan bahan-bahan sumber dari sejarah, dalam menilai atau menguji sumber-sumber itu secara kritis, dan menyajikan suatu hasil “sinthese” (pada umumnya dalam bentuk tertulis) dari hasil-hasil yang dicapai”.[6]

Sejarah peradaban Islam merupakan kemajuan suatu periode kekuasaan Islam mulai dari periode Nabi Muhammad Saw, sampai perkembangan kekuasaan Islam sekarang. Sejarah Peradaban Islam merupakan hasil-hasil yang dicapai oleh umat Islam dalam lapangan kesusastraan, ilmu pengetahuan dan kesenian.



[1] Din Muhammad Zakaria, “Sejarah Peradaban Islam”, Malang CV. Intrans Publishing, 2018.

[2] Anwar Sewang, “Sejarah Peradaban Islam”. Parepare: Wineka Media, 2015. hlm. 3-4

[3] Din Muhammad Zakaria, “Sejarah Peradaban Islam”, Malang CV. Intrans Publishing. 2018.

[4] Abd Wahid, “Al-Qur’an Sumber Peradaban”, dalam Jurnal, Vol.XVII 2015. hlm. 111

[5] Wahyudi Eko Feri, Kahfi Ashabul Muhammad, “Hadis Sebagai Sumber Peradaban’’. Vol 2, No 1. IAIN Polopo, 2019.

[6] Wasino, Hartatik Sri Endah, “Metode Penelitian Sejarah”. Magnum Pustaka Utama, 2018. hlm. 18-19.



Daftar Pustaka

 

Zakariya, Din Muhammad. (2018). “Sejarah Peradaban Islam”. Malang CV. Intrans Publishing.

Sewang, Anwar. (2015). “Sejarah Peradaban Islam”. Parepare: Wineka Media.

Wahid Abd. (2012). “Al-Qur’an Sumber Peradaban”. Vol.XVII, Jurnal Ushuluddin.

Wahyudi Eko Feri, Kahfi Ashabul Muhammad. (2019). “Hadis Sebagai Sumber Peradaban’’. Vol 2, No 1. IAIN Polopo.

Wasino, Hartatik Sri Endah. (2018). “Metode Penelitian Sejarah”. Magnum Pustaka Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Program Tapera Kebijakan Merampas Uang Rakyat Oleh Pemerintah

  Tapera adalah singkatan dari tabungan perumahan rakyat. Sebagaimana tercatat dalam peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang P...