Jumat, 17 Maret 2023

SEJARAH BERDIRINYA DINASTI ABBASIYAH

 

Dinasti Abbasiyah mendapatkan namanya dari seorang paman Nabi Muhammad SAW yang bernama Al-Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim. merasa lebih berhak memegang khilafah dibandingkan Bani Umayyah karena mereka merupakan cabang dari Bani Hasyim yang lebih dekat hubungannya dengan Nabi Muhammad SAW. Pendiri Dinasti Abbasiyah adalah Abdullah Al-Saffah bin Ali bin Abdullah bin Al-Abbas atau lebih dikenal dengan nama Abu Al Abbas Al-Saffah. Dinasti Abbasiyah berlangsung dari tahun 132-656/750-1258 M. Selama lebih dari lima abad, keluarga Abbasiyah memerintah kekhalifahan, dengan pusat pemerintahannya di kota Bagdad. [1]

Dinasti Bani Abbasiyah muncul setelah jatuhnya Bani Umayyah. Abu al-Abbas al-Saffah sebagai khalifah pertama dan dengan dukungan panglima Abu Muslim al-Khurasan, ia berhasil mengalahkan sekelompok pemberontak seperti Syiah, oposisi yang dipimpin oleh al-Mukhtar, dan mengalahkan khalifah Bani Umayyah. pada masa Khalifah Marwan II tahun 750 M/132H. Pemerintahan Abu As-Safah dimulai pada tahun 750 M sampai al-Mu'tashim pada tahun 1258 M. Bani Abbasiyah memerintah selama lima abad dan memiliki 37 khalifah.[2]

Bentuk pemerintahan dinasti Abbasiyah Sistem dan bentuk pemerintahan dinasti ini, serta struktur organisasi dan manajemen administrasi, pada dasarnya tidak berbeda dengan pemerintahan dinasti Umayyah, tetapi ada sesuatu yang baru di dalamnya, yang diciptakan oleh Bani Abbas. Muawiyah bin Abi Sufyani melanjutkan dinasti Abbasiyah dan dia menggunakan gelar Khalifah. Namun pangkatnya lebih tinggi dari gelar khalifah pada masa Dinasti Umayyah. Para khalifah Abbasiyah bermukim di fi illullāh al-arḍ (Bayangan Allah di bumi).[3]

Pada abad ketujuh terjadi pemberontakan diseluruh negeri. Pemberontakan yang paling dahsyat dan merupakan puncak dari segala pemberontakan yakni perang antara pasukan Abbul Abbas melawan pasukan Marwan Ibn Muhammad (Dinasti Bani Umayyah) yang akhirnya dimenangkan oleh pasukan Abbul Abbas. Dengan jatuhnya negeri Syiria, berakhirlah riwayat Dinasti Bani Umayyah dan bersama dengan itu bangkitlah kekuasaan Abbasiyah.[4]

Pada masa inilah masa kejayaan Islam yang mengalami puncak keemasan pada masa itu berbagai kemajuan dalam segala bidang mengalami peningkatan seperti bidang pendidikan, ekonomi, politik dan sistem pemerintahannya. Di saat terjadi perpindahan kekuasaan dari Umayyah ke Abbasiyah, wilayah geografis dunia islam membentang dari timur ke barat, meliputi Mesir, Sudan, Syam, Jazirah Arab, Iraq, Parsi sampai ke Cina. Kemudian ekspansi wilayah dilanjutkan oleh dinasti abbasyiah ke Maroko, Mesir, Syria, Irak, Persia, Turki dan India.[5]

Peradaban Islam mengalami puncak kejayaan pada masa daulah Abbasiyah. Perkembangan ilmu pengetahuan sangat maju. Kemajuan ilmu pengetahuan diawali dengan penerjemahan naskah-naskah asing terutama yang berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab, pendirian pusat pengembangan ilmu dan perpustakaan Bait al-Hikmah, dan terbentuknya mazhab-mazhab ilmu pengetahuan dan keagamaan sebagai buah dari kebebasan berpikir. Popularitas Dinasti Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun al-Rasyid (786- 809 M) dan puteranya al-Ma’mun (813-833 M). Kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun al-Rasyid untuk keperluan sosial; rumah sakit, lembaga pendidikan, dokter, dan farmasi didirikan.[6]



[1] Aprianty Sintia, ''Refleksi Awal Terbentuknya Dinasti Abbasiyah'', Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam, 2022.

[2] Daulay Putra Haidar, Dahlan Zaini, Dan Putri Anisa Yumita, '' Peradaban Dan Pemikiran Islam Pada Masa Bani Abbasiyah.''  Dalam Jurnal, Vol 1 No 2: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2021.

[3] Abd Ar Rahman bin Muhammed ibn Khaldun, “The Muqaddimah”, 1861.

[4] Fathiha Nuril, ''Peradaban Islam Masa Dinasti Abbasiyah (Periode Kemunduran)'', dalam Jurnal, Vol 17, No1: Univeristas Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2021.

[5] Intan Salmah, '' Islam Sebagai Adikuasa '', dalam Jurnal, Vo. V No. 2: Jurnal rihlah, 2016.

[6] Nunzairina, '' Peradaban Islam '', dalam Jurnal UINSU, 2020.

 

Daftar Pustaka

Aprianty Sintia. (2022). ''Refleksi Awal Terbentuknya Dinasti Abbasiyah'', Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam.

Abd Ar Rahman bin Muhammed tbn Khaldun. (1861). “The Muqaddimah”.

Daulay Putra Haidar, Dahlan Zaini, Dan Putri Anisa Yumita. (2021). '' Peradaban Dan Pemikiran Islam Pada Masa Bani Abbasiyah.''  Vol 1 No 2: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Fathiha Nuril. (2021). ''Peradaban Islam Masa Dinasti Abbasiyah (Periode Kemunduran)''.  Vol 17, No1: Univeristas Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Intan Salmah. (2016). '' Islam Sebagai Adikuasa ''. Vo. V No. 2: Jurnal rihlah.

Nunzairina. (2020). '' Peradaban Islam ''. Jurnal UINSU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Program Tapera Kebijakan Merampas Uang Rakyat Oleh Pemerintah

  Tapera adalah singkatan dari tabungan perumahan rakyat. Sebagaimana tercatat dalam peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang P...